Setelah Kehilangan Chester Bennington, Mike Shinoda Melakukan Therapy Dengan Cara Ini

0
162
Variety

Kematian vokalis Linkin Park, Chester Bennington, meninggalkan luka mendalam bagi seluruh penggemar terutama personilnya. Terlebih penyebab kematiannya tersebut karena bunuh diri akibat depresi yang dirasakannya sejak lama. Kehidupan Chester semakin buruk sejak sahabatnya, Chriss Cornell, yang juga mengidap depresi menggantung diri dua bulan sebelum Chester melakukan hal yang sama. 

Salah satu orang yang merasa sangat kehilangan adalah co-founder band Linkin Park, Mike Shinoda. Karena tentu saja, mereka berdua menghabiskan banyak waktu dengan bernyanyi bersama di atas panggung, mewarnai musik Linkin Park dengan keindahan suara masing-masing. Untuk mengobati rasa itu, Mike tidak berlama-lama larut dalam kesedihan tetapi ia mengerjakan Post Traumatic, album pertamanya dengan nama sendiri, yang ia rilis pada bulan Juni.

Selain itu, ia juga melakukan therapy lewat sebuah lukisan. “Saya menggunakan [musik dan lukisan] sebagai buku harian. Ada sesuatu yang terapeutik, tetapi juga otobiografi, tentang keduanya,” katanya.

Karya seni untuk album Post Traumatic
Billboard

Shinoda, yang lulus dari ArtCenter College of Design di Pasadena, Calif, Pada tahun 1998 (di mana dia belajar ilustrasi dan desain grafis), menciptakan serangkaian lukisan yang mengeksplorasi kecintaannya pada seni jalanan – salah satunya digunakan untuk sampul albumnya. Dia yakin hasil kreatifnya ini memainkan peran penting dalam membantu diri melewati duka atas hilangnya Bennington. Itu sebabnya dia terus menciptakan karya bahkan saat tur solo pertamanya. Sejak kunjungan tur pada 10 Oktober, Shinoda juga menawarkan lokakarya mural VIP menjelang setiap pertunjukan. “Terapi seni adalah hal yang sangat nyata,” katanya. “Ini alat yang fenomenal.”

Billboard

Lukisan yang diberi nama Trial and Error (gambar di bawah), Shinoda mengatakan, “saya tahu bahwa ketika saya berurusan dengan hal-hal yang terjadi setahun yang lalu, saya memilah-milah banyak [emosi] itu dalam pekerjaan saya.”

Trial and Error
Billboard

Shinoda telah lama terinspirasi oleh anime dan komik, dan mengutip seniman visual Haruki Murakami, James Jean dan KAWS sebagai inspirasi. Karya terbarunya, yang diberi nama Connected (gambar di bawah ini), menggunakan media campuran: kolase foto, kertas robek, gambar dan lukisan. Dia kemudian menambahkan lapisan akrilik, tinta, arang dan cat semprot.

Connected
Billboard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here