Skip to main content
Categories
BeritaHiburanInspirasiKehidupanOlahraga

Sumbangan Medali dari Dua Generasi untuk Asian Games 2018

Ada banyak kejadian menarik dari perhelatan ajang olahraga Asian Games 2018. Mulai dari kehadiran kucing yang berlari-lari di arena pertandingan sampai selebrasi kemenangan Jojo. Namun, jika fokus pada prestasi para atlet, ada sebuah fenomena unik, di mana dua generasi menyumbangkan medali untuk Indonesia.

Pada cabang olahraga Skateboard, Bunga Nyimas Cinta berhasil menyabet medali perunggu dalam kategori Woman’s Street. Gadis asal Bali ini masih berumur 12 tahun, sedangkan juara lain dari Filipina dan Jepang jauh lebih senior.

Baca: Inilah Atlet Termuda Indonesia Peraih Medali Asian Games 2018

Bunga mulai menyukai olahraga ekstrem tersebut sejak berusia 8 tahun. Sang Ayah, Didiet Prasetyo adalah karyawan skate shop di Taman Mini Indonesia Indah, sehingga mampu memfasilitasi dengan baik. Kemenangan di Singapura lantas menjadi gerbang untuk gadis manis ini lolos pelatihan nasional, yang kemudian dilakukan di US selama 34 hari.

Di tengah keharuan, karena sempat menangis belum berhasil menang di kategori Women’s Park, Bunga mengatakan, peraihan medali perunggu yang dia dapatkan, dikhususkan untuk kado ulang tahun Ibu.

Beralih ke cabang olahraga Bridge, ada kejutan yang tidak kalah menarik. Bos PT Djarum, Bambang Hartono, menjadi atlet tertua di Asian Games 2018. Pria kelahiran tahun 1939 ini juga menyabet medali perunggu bersama rekan setim, Bert Toar Polii (64). Ekawahyu Kasih selaku manajer menuturkan, dia menyesal sudah mengganti pasangan terbaik Indonesia, sehingga pada ronde terakhir mengalami banyak kekalahan.

Sebagai pemilik perusahaan produsen rokok terkenal di Indonesia, Bambang Hartono merupakan seorang konglomerat di negeri ini. Tidak berbeda dengan Bunga, pria yang mempunyai hobi senam Tai Chi tersebut sudah bermain Bridge sejak umur enam tahun. Adapun fakta menarik jika berhasil menyabet medali emas, maka bonusnya akan disumbangkan ke pemerintah untuk program latihan atlet.

Pria terkaya nomor 75 dunia dengan jumlah kekayaan sekitar 225 triliun ini pun sudah mengikuti berbagai kejuaraan Bridge dunia mulai tahun 2009 di Brasil. Sementara itu, pertandingan terbaru yang diikuti bertempat di Beijing, Cina (2018).

Dari rekam jejak Bunga dan Bambang Hartono dalam menekuni cabang olahraga, kunci yang menjaga mereka untuk konsisten adalah passion. Minat sedari kecil disertai dengan kerja keras mampu mengantarkan seseorang menuju kesuksesan. Jadi, apa minat Anda? Apa pun itu, seberapa berpengalaman Anda, produktiflah demi mendukung atau ikut berprestasi mengharumkan nama bangsa.

Web kolaboratif, konten adalah tanggung jawab penulis (Redaksi)

Subscribe our newsletter?

Join Newsletter atau Hubungi Kami: [email protected]

Inspirasi
BelanjaKarirKecantikanKehidupanKeluargaIndeks
Let's be friends