Tentang Memadu Janda

0
220
Ilustrasi: pixabay

Isti’adzah Rohyati

Beberapa hari yang lalu, saya menulis tentang seorang teman yang menawari suaminya janda untuk dimadu. Tentu saja gayung bersambut. Lelaki mana yang menolak beristri dua? Terlebih istri pertamanya yang menawari. (Baca: Istri Muda untuk Sang Suami)

Kemudian saya mendapat pertanyaan mengenai cerita tersebut. Kenapa harus dinikahi, kan bisa disantuni?

Yah, pelik.

Saya jawab, menikahi janda atau menyantuninya, itu hak setiap orang. Dan masing-masing punya privacy akan hal itu. Saya nggak berhak nanya-nanya kenapa harus menikahi si janda dan apa alasannya. Sama halnya dengan pilihan menjadi orang tua asuh atau mengadopsinya sekalian.

Saya menjawab begitu, karena lagi malas aja menjabarkan alasan menikahi lebih baik daripada menyantuni versi agama. Jadi begitulah yang keluar, tanpa harus menyakiti pihak mana pun dan semoga jawaban saya dapat dimengerti.

Sebenarnya, dalam Islam sendiri, dengan menikahi janda tersebut menjadikanya istri muda, itu lebih baik daripada hanya menyantuninya. Karena dengan dinikahi, maka mereka menjadi halal. Dan derajatnya di mata Tuhan dinaikkan.

Tapi masih panjang lagi kalau mau dijabarkan alasan-alasannya. Sementara ilmu agama saya masih cetek. Saya menghindari perdebatan dengan lawan bicara saya, baik itu langsung maupun nggak langsung. Jadi, saya pikir, jawaban saya tadi sudah cukup mewakili.

Menurut saya pribadi, dengan saya nggak bertanya-tanya apa alasan suaminya mau menikahi teman istrinya yang sudah janda itu, saya pikir, saya sudah menghormati keputusan mereka untuk nggak ikut campur urusan rumah tangganya.

Oh ya, kabar terbaru dari teman saya, istri mudanya baru aja melahirkan anak pertama dari suaminya ini. Dan mereka sudah nggak tinggal serumah lagi. Tapi tetap bertetangga.

Semoga Tuhan selalu menyertai rumah tangga hamba-Nya yang benar-benar berjuang di jalan-Nya. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here