Yenny Wahid, Tokoh Perubahan Republika 2018

0
22
Yenny Wahid menerima penghargaan Tokoh Perubahan 2018. Foto: santrinews.com

Yenny Wahid, pendiri sekaligus Direktur Utama The Wahid Foundation, pada Rabu malam 24 April 2019 lalu mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Tokoh Perubahan Republika 2018. Yenny dinilai sebagai tokoh pejuang toleransi dan pemberdayaan perempuan.

Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2018 diserahkan oleh ketua DPR Bambang Soesatyo di ruang pertemuan Djakarta Theater Jalan MH Thamrin No 9 Jakarta. Yenny menerima penghargaan tersebut bersama empat tokoh inspiratif lainnya. Keempat tokoh tersebut yakni Rustamaji (Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Papua), Bahlil Lahadalia (Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia/HIPMI), Ustadz HM Jazir ASP (Ketua Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta), dan Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusat Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB).

Bagi Yenny, penganugerahan tokoh perubahan dari Republika menjadi momen kebahagiaan. “Sebab, apa yang kami lakukan ternyata diapresiasi. Dan itu melengkapi momen-momen kecil kebahagiaan kami,” ujarnya disambut aplaus hadirin.

Misalnya, saat Ibu Munah, salah seorang perempuan binaan The Wahid Foundation yang dulu rumahnya hanya beralaskan tanah. “Sekarang bisa membangun rumah senilai 60 juta rupiah. Dulunya hanya jualan sayur, kini jadi manajer dari One Laundry, sebuah usaha komunitas yang dikelola bersama,”  ungkapnya.

Yenny menambahkan, kebahagiaan kecil lainnya adalah ketika Bu Anita yang dulunya terkucil dari para tetangga gegara perbedaan keyakinan, sekarang rumahnya menjadi tempat berkumpulnya warga untuk menjalani pelatihan ekonomi bersama.

“Atau, Bu Hasbiyah yang ada di Sumenep yang ringkih, berani melerai dua orang dewasa yang terlibat percarokan. Inilah kebahagiaan kecil kami dalam membangun kohesi sosial di masyarakat,” terangnya.

Menurut dia, program yang sudah ada sejak 2012 ini memiliki empat pilar. Pertama, pilar penguatan ekonomi dalam arti memberi akses permodalan dan pelatihan ekonomi kreatif. Kedua, pilar penguatan peran perempuan. Ketiga, pilar penguatan aparatur daerah dan desa. Keempat, penguatan nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.

Ia berharap, apa yang telah dilakukan timnya di WF bisa teramplifikasi secara lebih luas. Program tersebut, lanjut dia, telah dilirik dan diapresiasi beberapa lembaga internasional. Salah satunya dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui UN Woman.

Perempuan bernama lengkap Zannuba Arifah Chafsoh ini menambahkan, untuk ke depannya, program desa damai ini sudah diminta PBB untuk diperkenalkan di Afrika. Jadi, nama Indonesia juga bisa berkibar di benua lainnya.

“Terakhir, saya ajak kita semua untuk rukun dan guyub. Bukan kembali bersatu. Sebab, kalau bersatu nomor dua nanti nggak mau. Maka, rukun dan guyub saja sebagai bangsa,” pungkas Yenny.

Komisaris Utama Republika, Erick Thohir membuka secara langsung malam penganugerahan Tokoh Perubahan Republika 2018. “Kami mengajak seluruh elemen untuk menjadi tokoh-tokoh perubahan baru, demi kesejahteraan bangsa Indonesia,” kata Erick.

“Kita harus bisa atasi, karena persatuan menjadi syarat mutrak kita semua, agar negara ini dapat berkembang dan menjadi maju yang dapat diakui dunia internasional,” ujar Erick.

Hadir dalam malam penganugerahan tersebut, para tokoh dan pejabat tinggi negara. Antara lain Ibu Negara keempat RI Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Mahkmah Konstitusi 2008-2013 Moh Mahfud MD, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ustaz Yusuf Mansur, dan Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Sejumlah Menteri Kabinet Kerja juga hadir antara lain Mensesneg Pratikno, Seskab Teten Masduki, Menkominfo Rudiantara, Mensos Agus Gumiwang, Menaker M Hanif Dhakiri, Mendes Eko Putro Sanjoyo, Menhub Budi Karya, Mentan Amran Sulaiman, KSP Moeldoko, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here