Gemuk? Mungkin Kamu Memang Lagi Bahagia

0
107
pixabay

Perempuan, kalau sudah mendengar kata gemuk, biasanya terus pada puyeng sendiri. Sudah bukan rahasia lagi, impian banyak perempuan ya bisa makan banyak, makan segala macam makanan, tanpa harus menjadi gemuk, tetap langsing, kurus, dan jauh-jauh dari yang namanya timbunan lemak bersama lipatan-lipatannya.

Hal yang sebenarnnya sama, diidamkan oleh kaum pria.

Masa  otot manusia, memang berubah seiring waktu, tak hanya terjadi pada perempuan, tapi juga pada kaum pria. Apalagi jika kita tak rutin melakukan olahraga, untuk melatih masa otot kita, otomatis ia mengendur seiring waktu. Repotnya, bukan hanya mengendur, melainkan juga pada akhirnya, menjadi tempat tumpukan lemak dari makanan yang kita konsumsi.

Tapi, ternyata ada faktor lain yang menunjang kenapa para perempuan cenderung lebih gemuk setelah menikah. Dan untuk ini, kita nggak lagi ngomong tentang efek samping alat kontrasepsi lo ya, kalau efek samping alat kotrasepsi kan memang jatuhnya ke setiap perempuan, berbeda satu dan lainnya.

Ini bicara tentang penelitian yang dilakukan oleh Universitas Quensland, Australia. Penelitian yang melibatkan kurang lebih 15.000 orang ini, menemukan sebuah fakta yang mengejutkan, bahwa orang-orang yang bahagia denngan hubungannya, cenderung menggemuk. Pasangan-pasangan yang bahagia, disebutkan, rata-rata mengalami kenaikan pada berat badannya, sekitar 5,8kg dibandingkan orang-orang yang memutuskan untuk hidup sendiri atau single. Dengan kenaikan berat badan rata-rata 1,8kg tiap tahunnya.

Dilansir dari jurnal kesehatan yang mereka keluarkan, kebiasaan pola makan orang-orang yang mempunyai pasangan atau sudah menikah, juga mempengaruhi. Jika sebelumnya, dengan hidup single, pola makan tak teratur, juga seringkali menghabiskan waktu sendirian.

Para perempuan yang sudah menikah, atau mempunyai pasangan, akan cenderung lebih banyak memasak makanan, membuat penganan, cemilan dan sebagainya. Bukan hanya sebagai bentuk cinta dan perhatian, melainkan juga sebagai pembuktian bahwa mereka juga perempuan perfect di dapur. Makanan yang kemudian dinikmati bersama pasangan, entah untuk sarapan, makan siang, makan malam, atau untuk cemilan sambil mengobrol atau menonton televisi bersama.

Disisi lain, perempuan yang sudah menikah serta mempunyai anak pun, cenderung menjadi “tempat sampah” bagi anak-anaknya. Ya, anak-anak memang cenderung tak menghabiskan makanannya saat makan, dan para ibu, biasanya terus urun tangan, menghabiskan makanan mereka, dengan alasan,

“Sayang kan kalau nggak dihabiskan.”

“When couples don’t need to look attractive and slim to attract a partner, they may feel more comfortable in eating more, or eating more foods high in fat and sugar.”

Demikian pernyataan Dr. Stephanie Schoeppe, yang menjadi kepala penelitian tersebut.

Ya, pola makan yang tak seimbang tersebut, juga efek dari rasa nyaman yang ditimbulkan dengan adanya pasangan. Seperti kita tahu, saat perempuan merasa nyaman, maka konsumsi akan makanan, biasanya memang agak berlebihan, berbeda dengan porsi biasanya.

Well, ladies, jangan kaget kalau tiba-tiba badan menggemuk ya. Mungkin kalian memang lagi bahagia lo ya……

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here