Skip to main content
Categories
InspirasiKesehatan

Pijat, Sebagai Terapi Setelah Melahirkan

Bagi para perempuan, moment melahirkan anak, biasanya menjadi moment haru biru. Tidak hanya proses kelahirannya saja yang seringkali berkesan, tapi juga moment setelah melahirkan, atau post partum. Ada banyak cerita saat kita bicara post partum. Dan masing-masing perempuan, mempunyai cerita yang berbeda satu dan lainnya saat berbicara tentag post partum.

Post partum adalah kondisi dimana tubuh seorang perempuan, menyesuaikan diri setelah proses melahirkan, baik fisik maupun psikis. Tahapan post partum sendiri, ada 3 tahap, yaitu immidiate post partum (24 jam pertama setelah proses melahirkan), early post partum (minggu pertama setelah melahirkan), dan late post partum (minggu ke-2 hingga minggu ke-6 pasca melahirkan). Kondisi post partum ini, rawan dengan yang namanya gangguan, entah itu pendarahan, atau bleeding, yang bisa dialami di tahap early post partum, hingga yang paling sering dialami oleh para perempuan pasca melahirkan, yaitu post partum distress syndrome, atau yang lebih dikenal dengan baby blues syndrome.

Baby blues ini, normal dialami oleh para perempuan mulai dari hari 3-4 pasca melahirkan. Menurunnya hormon estrogen dan progesteron, menyebabkan tubuh mudah lelah, depresi, bad mood dan rasa sedih berkepanjangan. Hal ini wajar saja dialami oleh banyak perempuan, namun jika mengalami rasa sedih berkepanjangan, lewat dari 1 minggu pasca melahirkan, atau memasuki masa late post partum, sebaiknya menghubungi dokter untuk berkonsultasi.  Karena baby blues syndrome ini, bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng. Ketidakstabilan emosi karena baby blues syndrome, bisa berakibat fatal. Tidak sedikit cerita, ibu yang mengalami gangguan jiwa, karena baby blues syndrome berkepanjangan yang tak terdeteksi, hingga bahkan ada yang tanpa sadar membunuh bayinya sendiri.

Bagi sebagian masyarakat Jawa, ada yang mengenal budaya “ndadahi sepasar” pasca melahirkan. “Ndadahi” yang dimaksud dalam hal ini adalah ibu dan si bayi dirawat secara intens oleh seorang dukun bayi. Mulai dari merawat tali pusar si bayi, memandikan, membuat jamu sehabis melahirkan untuk sang ibu, hingga memijat secara rutin baik bayi maupun ibunya, setiap hari, selama “sepasar” atau 5 hari awal pasca melahirkan. Nah, pijat ini, ternyata, mempunyai banyak manfaat bagi perempuan yang habis melahirkan. Tidak hanya berfungsi untuk melemaskan otot-otot yang kaku dan tegang selama proses kehamilan dan melahirkan, tapi juga untuk therapy post partum distress syndrome.

Ya, pada saat dipijat, tubuh akan terasa nyaman, peredaran darah juga lebih lancar. Dan saat tubuh mulai terasa nyaman, biasanya, berimbas pula pada mood kita. Karena berkurangnya rasa lelah, rasa letih, berganti dengan perasaan nyaman, badan yang enteng, terasa enak dan tidak kaku lagi, membuat perasaan kita juga lebih enteng, senang dan tidak gampang stress. Sementara, biasanya, saat proses memijat dilakukan, antara pemijat dan yang dipijat, biasanya pun terlibat banyak obrolan. Untuk hal ini, kita bisa mengandalkan kepiawaian si dukun bayi, yang biasanya dengan mudahnya mengorek cerita dari mulut kita, tentang apa yang kita rasakan, bagian mana dari tubuh kita yang rasanya mengganggu pasca melahirkan, rasa tidak nyaman saat tak bisa tidur nyenyak setiap hari karena menyusui, dan lain sebagainya. Dan pada dasarnya, itulah yang dibutuhkan oleh seorang penderita baby blues syndrome sebagai terapi, yaitu kenyamanan, ketenangan, dan seseorang yang bisa diajak bicara dari hati ke hati.

Itulah sebabnya, pijat, bisa menjadi sebuah terapi, bagi para perempuan pasca melahirkan. Dan untuk hal ini, tak terbatas bagi para perempuan yang melalui proses melahirkan normal saja, tapi juga untuk para perempuan yang melahirkan melalui proses cesio, atau operasi. Seiring perkembangan dunia kesehatan, dan banyaknya perempuan yang melahirkan secara cesio, membuat para dukun bayi ini pun menyesuaikan diri. Mereka tidak lagi memakai metode pijat layaknya untuk perempuan yang melahirkan secara normal saja. Tapi juga mereka mempunyai metode tersendiri saat memijat tubuh para perempuan yang melahirkan secara cesio. Seperti melewatkan bagian perut, karena pastinya bekas jahitan masih basah. Tapi yang jelas, manfaat pijat itu sendiri, amat banyak bagi tubuh letih para perempuan pasca melahirkan, yang pola istirahat dan makannya pun mulai tak teratur karena adanya bayi yang harus diurus dan disusui.

Seorang perempuan yang habis melahirkan, memang sudah selayaknya, juga sepatutnya, mendapatkan perlakuan istimewa. Bukan karena kesempatan untuk bermanja ria, atau sengaja meminta diistimewakan, tapi proses melahirkan, bukan hanya sebuah proses yang panjang, karena bahkan sebelum itu, kita membawa sebuah nyawa dalam tubuh kita kemana-mana, tapi proses melahirkan, juga sebuah proses hidup dan mati seseorang. Bahkan, ada pameo yang mengatakan, bahwa perempuan yang habis melahirkan, pun layaknya bayi yang terlahir kembali di muka bumi. Dan perempuan, seorang ibu, adalah pilar utama sebuah generasi baru yang bernama anak. Itulah mengapa, kestabilan emosi seorang ibu, sudah sepatutnya dijaga, dan dirawat sebaik mungkin.

Web kolaboratif, konten adalah tanggung jawab penulis (Redaksi)

Subscribe our newsletter?

Join Newsletter atau Hubungi Kami: [email protected]

Inspirasi
BelanjaKarirKecantikanKehidupanKeluargaIndeks
Let's be friends